Ahad, Mac 31, 2013

Tauke cendawan


Kuala Pilah: Di bawah Skim Usahawan Komersial Siswazah (SUTKS), dua sahabat mengikuti kursus projek penanaman cendawan selama tiga bulan. Selepas tamat kursus, mereka sepakat memanfaatkan ilmu dipelajari dengan membuka bangsal cendawan.
Roslina Rais, 38, dan rakan kongsi, Nurhaida Sahera Abdul Malek, 31, memulakan projek tanaman cendawan dengan modal berbayar RM250,000 di Kampung Ibol, Tanjung Ipoh, di sini, pada 2006.
Roslina, lulusan Ijazah Teknologi Makanan Universiti Putra Malaysia (UPM), manakala Nurhaida, graduan jurusan Matematik Industri Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menubuhkan Arra Mushroom pada Mei 2006.
Mereka bermula dengan satu bangsal menampung 3,000 polibeg cendawan untuk melihat potensi tanaman itu. Apabila mendapati pasaran bagi cendawan menggalakkan, dua sahabat itu mendirikan pula bangsal memproses serta menambah empat lagi bangsal cendawan. Satu lagi bangsal cendawan didirikan bagi menguruskan projek tanaman cendawan di bawah Projek E-Kasih.
“Ketika mula mengusahakan projek tanaman cendawan, kami bermula dengan kosong dan perlu banyak belajar. Apabila timbul masalah, kami mendapatkan khidmat nasihat daripada pengusaha cendawan lain,” kata Roslina. 
Menurutnya, ketika ingin membuka projek berkenaan, lima rakan kongsi termasuk dirinya dan Nurhaida mengeluarkan modal RM50,000 seorang. Dia dan Nurhaida, masing-masing memohon pinjaman sebanyak RM50,000 dari Agrobank untuk tujuan itu dan di peringkat awal berdepan masalah melunaskan pinjaman disebabkan masih ‘bertatih’.
Roslina kemudian membuat penjadualan semula pembayaran dan sudah menyelesaikan pinjaman.
Dibantu enam pekerja, Arra Mushroom mengeluarkan 120,000 polibeg cendawan yang diproses sendiri selain memiliki makmal menghasilkan benih cendawan di Seremban. Daripada proses eraman benih cendawan hingga memungut hasil mengambil masa dua bulan setengah. Dalam tempoh empat bulan, sebanyak lapan kali tuaian dilakukan. Purata tuaian cendawan Arra Mushroom ialah 80 kilogram sehari.
“Menariknya, kita boleh kawal berapa banyak pengeluaran yang dimahukan. Untuk mendapatkan hasil yang tinggi dan memuaskan, persekitaran projek penanaman cendawan perlu dijaga rapi bagi mengurangkan risiko,” katanya.

1 ulasan:

Sulis Susanti berkata...

Halo, nama saya Sulis Susanti dari Indonesia, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih yang asli di perusahaan pinjaman palsu.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, aku jatuh korban penipuan oleh beberapa perusahaan pinjaman online, karena saya perlu sebuah perusahaan pinjaman yang jujur.

Aku hampir menyerah, tidak sampai saya mencari nasihat dari seorang teman yang kemudian mengarahkan saya untuk pemberi pinjaman pinjaman yang sangat handal JOY WILSON LOAN FIRM, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari 750 juta rupiah dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres pada tingkat bunga rendah dari 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah pinjaman yang saya diterapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres.

Saya ingin Anda yakin dan percaya diri bahwa ini adalah asli karena saya memiliki semua bukti pengolahan pinjaman ini termasuk kartu id, dokumen perjanjian pinjaman dan semua kertas kerja. Saya percaya Ibu Joy Wilson sepenuh hati karena dia telah benar-benar membantu dalam hidup saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan hubungi perusahaan melalui email: (joywilsonloanfirm@gmail.com)
Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (sulissusanti971@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman

a> Related Posts with Thumbnails